Tujuh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi Hilang di Gunung Salak

February 4, 2009 at 3:32 am (berita)

BOGOR – Gunung Salak di Sukabumi, Jabar, kembali menelan korban. Tujuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) dinyatakan hilang di gunung tersebut saat melakukan pendakian sejak Sabtu (31/1). Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Sofyan, 21; Reza, 21; Hengki, 22; Rizki, 18; Dimas, 18; Dika, 18; dan Tyas.

Para mahasiswa pencinta alam itu berangkat dari kampus Yarsi menuju Sukabumi mengendarai mobil L-300. Mereka mendaki Gunung Salak melalui Taman Nasional Cimelati, Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Mereka melewati jalur terlarang karena jalur pendakian tersebut ditutup sejak 1 Desember 2008 sampai 31 Juni 2009.

Kontak terakhir para pendaki itu terjadi pada Minggu (1/2). Saat itu Tyas mengirimkan sinyal darurat lewat SMS kepada saudaranya bernama Agung. Pesan singkat itu berbunyi, “Gua udah sampe puncak sendirian. Alas kaki teman-teman sudah rusak dan hilang. Semua makanan sudah habis. Minta tolong bantuan SAR Tribuana”.

Setelah menerima pesan singkat itu, Agung langsung melapor kepada anggota Mapala Tribuana Yarsi. Agung juga menyampaikan pesan Tyas ke radio (RAPI) yang langsung disebarluaskan. “Kabar kehilangan tujuh mahasiswa Yarsi kami terima Minggu sekitar pukul 23.50,” ujar mahasiswa Pencinta Alam Pakuan (Wapalapa), Melan Ferdianto.

Wapalapa pun menindaklanjuti kabar itu dengan menerjunkan anggota guna membantu tim Mapala Tribuana Yarsi mencari mereka. Selain itu, Wapalapa mendirikan posko informasi di sekretariat Universitas Pakuan (Unpak).

“Tadi siang (kemarin, Red) tim Wapalapa Unpak yang berjumlah 19 orang berangkat membantu mencari mahasiswa yang hilang. Mereka menemani enam mahasiswa Yarsi yang datang ke Unpak,” imbuhnya.

Hal serupa dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Satlak Kabupaten Bogor. TRC menugasi tiga anggotanya untuk membantu pencarian di Gunung Halimun Salak sejak pagi kemarin. Siangnya TRC kembali mengirimkan bantuan satu regu (10 orang) yang membawa peralatan evakuasi, seperti tandu dan kantong mayat.

“Paginya kami hanya mengutus tiga anggota TRC. Tetapi, setelah mendapat kabar dari tim SAR bahwa salah satu dari tujuh mahasiswa tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kami mengutus satu regu lagi untuk membawa tandu dan kantong mayat pada siangnya,” ujar Ketua TRC Satlak Kabupaten Bogor Budi A.

Budi menambahkan, TRC Satlak Kabupaten Bogor mendaki Gunung Salak untuk mencari mahasiswa yang hilang melewati jalur Cimelati. “Kita fokuskan dulu pencarian di wilayah selatan Gunung Salak bersama Tim SAR. Diduga para mahasiswa itu masih berada di punggung selatan Gunung Salak,” katanya.

Lebih jauh Budi menjelaskan, jika tim SAR belum juga menemukan para mahasiswa tersebut, pencarian akan dilakukan di sebelah utara Gunung Salak, yang meliputi wilayah Kecamatan Tamansari, Ciomas, dan Tenjolaya. “Kemungkinan besok (hari ini, Red) kami menyusuri jalur sebelah utara Gunung Salak,” tandas Budi.

Informasi terakhir yang diterima Radar Bogor tadi malam, Tyas ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan selamat, namun kondisinya sangat lemas. “Tyas ditemukan pukul 17.00. Namun, dia belum dievakuasi karena cuaca sangat buruk dan sudah gelap,” ujar Dandim Sukabumi Letkol (Kav) Yusuf yang juga menerjunkan anggotanya membantu Tim SAR. (rid/jpnn/nw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: