PM Tiongkok Wen Jiabao, Dilempar Sepatu di Cambridge University

February 4, 2009 at 3:30 am (berita)

CAMBRIDGE – Insiden melempari kepala negara yang tidak disukai dengan sepatu kembali terjadi. Mirip dengan yang dialami mantan Presiden AS George W. Bush, Perdana Menteri (PM) Tiongkok Wen Jiabao dimaki dan dilempari sepatu oleh seorang demonstran di Inggris kemarin (3/2). Saat kejadian, Wen berpidato tentang ekonomi global di Cambridge University pada akhir kunjungannya di Inggris.

Sang demonstran yang identitasnya hanya disebut berumur 27 tahun itu berteriak, “Ini skandal,” saat menginterupsi pidato Wen dari belakang auditorium. “Diktator ini di sini, bagaimana bisa Anda mendengarkan kebohongan yang dia paparkan? Anda semua tidak peka,” katanya sebelum kemudian melemparkan sepatu olahraganya ke arah Wen.

Tidak seperti Bush, Wen yang berdiri di panggung belakang podium tidak perlu menghindar. Sepatu itu jatuh sekitar satu meter dari Wen. Tetapi, dia tidak terlihat takut dan tetap tenang. Dia hanya berhenti sejenak sebelum melanjutkan pidato.

Salah seorang pembantunya segera menaiki panggung dan menyingkirkan sepatu tersebut. “Perilaku tercela ini tidak dapat merusak persahabatan di antara Tiongkok dan Inggris,” kata Wen yang kemudian disambut tepuk tangan yang riuh dari audiens.

Sementara itu, petugas segera meringkus si pendemo. Saat diseret keluar, pendemo yang terlihat sebagai seorang pemuda bercambang itu berteriak ke arah pengikut ceramah Wen dengan mengeluarkan kata, “Berdiri dan proteslah.” Namun, beberapa pengikut ceramah yang sebagian besar mahasiswa Tiongkok di Inggris, menjawab ketus dengan kata-kata, “Memalukan, kamu memalukan.”

Pemuda pelempar sepatu itu kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa. Juru bicara polisi setempat Shelly Spratt mengatakan, pria itu dituduh melakukan pelanggaran di depan umum. “Universitas adalah tempat untuk diskusi, debat, dan menyampaikan pendapat, bukan untuk pelemparan sepatu,” kata Tim Holt, juru bicara universitas.

Insiden pelemparan sepatu itu terjadi di akhir kunjungan tiga hari Wen yang juga diwarnai demo oleh aktivis HAM dan pro-Tibet. Keamanan diperketat di universitas itu dan polisi mengusir sekitar 20 demonstran ketika Wen tiba untuk berpidato.

Menanggapi kasus pelemparan itu, Tiongkok menunjukkan kemarahannya terhadap Pemerintah Inggris. Namun, Deplu Tiongkok memastikan bahwa hubungan bilateral kedua negara tidak akan terganggu karena aksi itu. “Kami menyatakan kesangattidakpuasan atas insiden itu,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Tiongkok Jiang Yu.

Namun, Deplu Tiongkok kemudian memuji Pemerintah Inggris yang menunjukkan penyesalan mendalam dan polisi Inggris berlaku tegas kepada pelaku. “Pihak Inggris menyatakan Inggris akan menghukum orang ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Jiang.

Agar tidak memicu sentimen anti-Inggris, Pemerintah Tiongkok berusaha menutupi insiden memalukan itu di dalam negeri. Kementerian Informasi segera memerintahkan media masa menyensor atau mengabaikan peristiwa itu. Sementara pengguna internet sengaja dibanjiri komentar bernada membela pemerintah. (AP/BBC/kim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: