PROGRAM

January 13, 2009 at 2:38 am (Konsep pemrograman, materi perkuliahan)

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<string.h>
Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

PROGRAM INI MENCETAK STATUS HASIL KE-3 NILAI MAHASISWA

January 13, 2009 at 2:35 am (Konsep pemrograman, materi perkuliahan)

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<string.h>
Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

FUNGSI

January 13, 2009 at 2:20 am (Konsep pemrograman, materi perkuliahan)

FUNGSI

Sebuah fungsi berisi sejumlah pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama. Nama ini selanjutnya dapat dipanggil dipanggil beberapa kali dibeberapa tempat dalam program. Tujuan pembuatan fungsi adalah :

q Memudahkan dalam mengembangkan program. Hal ini merupakan kunci dalam pembuatan program yang terstruktur.

q Menghemat ukuran program. Manfaat ini terasakan kalau ada beberapa deretan instruksi yang sama digunakan pada beberapa tempatdi dalam program.

Umumnya fungsi menerima masukan (disebut argumen atau parameter). Masukan ini selanjutnya diproses oleh fungsi. Hasil akhir berupa sebuah nilai yang disebut nilai balik (return value). Sebagai contoh, kalau terdapat pernyataan:

kap = toupper (huruf) ;

Maka :

Ø huruf adalah argumen bagi fungsi toupper ().

Ø toupper () memberikan nilai balik (berupa huruf kapital dari huruf ) ke variable kap.

6.1. Prototipe Fungsi

Sebuah fungsi tidak dapat dipanggil kecuali sudah dideklarasikan. Untuk melihat hal ini perhatikan contoh berikut :

void main ( )

{

printf (“Hai \n”);

}

Jika program ini dijalankan, C++ akan memberikan kesalahan yang menyatakan bahwa printf( ) tidak memiliki prototype. Hal seperti ini masih bisa lolos pada bahasa C. Tetapi tidak demikian halnya pada C++. Kesalahan seperti diatas tidak akan terjadi seandainya program ditulis menjadi seperti berikut :

#include <stdio.h>

void main()

{

printf (“ Hai \n “);

}

Mengapa? Karena prototipe fungsi printf( ) ada pada file “stdio.h”. Itulah sebabnya diperlukan untuk menyertakan baris berbentuk :

#include < nama_file_header >

Deklarasi fungsi dikenal dengan sebutan prototipe fungsi. Prototipe fungsi ini berupa :

v Nama fungsi.

v Tipe nilai balik fungsi.

v Jumlah dan tipe argumen.

Dan diakhiri dengan titik koma (;), sebagaimana pada pendeklarasian variable. Sebagai contoh :

1). long kuadrat (long l);

2). int maks3 (int a, int b, int c );

3). double maks (double x, double y );

4). void garis ( );

Pada contoh pertama, fungsi kuadrat() mempunyai argumen bertipe long dan nilai balik juga bertipe long. Pada contoh kedua, fungsi maks3() memiliki tiga buah argumen, masing-masing bertipe int dan nilai balik juga bertipe int. Adapun contoh ketiga, fungsi maks() mempunyai dua buah argumen, masing-masing argumen bertipe double. Pada contoh keempat, fungsi garis() tidak memiliki argumen dan nilai balik tidak ada (void).

Manfaat dari prototipe fungsi adalah untuk menjamin tipe argumen yang dilewatkan pada pemanggilan fungsi benar-benar sesuai. Tanpa adanya prototipe fungsi, amatlah mudah bagi pemrogram untuk melakukan kesalahan tanpa sengaja dalam melewatkan argumen. Misalnya, melewatkan argumen bertipe float pada fungsi yang semestinya meminta tipedata int. Dengan adanya prototipe fungsi, kesalahan semacam itu akan terdeteksi oleh kompiler.

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment